RSS

Ukhti ! dengarkan-lah kata2 sang Ikhwan

Sahabat ...
Jika ada seorang lelaki yang berkata “Aku mencintaimu maukah kau menjadi pacarku ?
“Sebenarnya ia sedang berkata “Aku ingin menjinahimu, maukah kau berzinah denganku?”

Sahabat ...
Ingatlah dengan psikologi lelaki dan wanita yang didesain berbeda. Lelaki lebih mengedepankan logika dibandingkan perasaan. Maka sebenarnya saat seorang lelaki merayu dan memuji wanita yang belum halal baginya, sangat jarang itu keluar dari hatinya, namun lebih tepatnya dari nafsu yang dikemas oleh logikanya. Namun berbeda dengan wanita yang lebih sering mengandalkan perasaannya, saat seorang lelaki memujinya, seakan dirinya melayang ke kahyangan, apalagi jika lelaki yang memuji itu adalah lelaki yang sangat diidam-idamkannya.
Disinilah kaum Adam menang satu poin dari kaum Hawa.

Ukhti (Saudara perempuan)
Akankah kau gadaikan kesucianmu kepada lelaki yang belum tentu akan menjadi suamimu ?

Akankah parasmu yang indah itu kau halalkan untuk direbus dalam neraka yang menyala hanya karena kau mengumbar kecantikanmu sehingga beribu lelaki bermaksiat setelah melihatmu ?

Tidakkah kau malu kepada Dia (Allah SWT) yang telah menciptakanmu dengan seindah-indah bentuk, bukan untuk pamer namun untuk mengabdi kepada-Nya dengan ketundukan yang utuh ?

Bangunlah cinta dengan kesejatian diri, jadilah orang yang layak untuk dicintainya dan dicintai-Nya. Hingga cinta itupun kekal hingga ke syurga. Wallahua’lam.

“Terimalah sosok lelaki yang berani melamarmu.
Setidaknya dia berniat baik kepadamu, bukan dengan menebar pesonanya, namun karena keinginannya untuk menjaga kesucian cinta.
Kau tentu boleh memilih, namun Ingatlah... JIKA kau alihkan cintamu pada harta, ketenaran, ketampanan juga nasabnya, maka kau pasti kan kecewa.
Karena boleh jadi itu hanya topeng dirinya.”

by Imam Muslih

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jadikan aku anak yang Soleh ... !

By Imam Muslih

Ya Rabb...
Berikanlah setitik embun, yang kan menyegarkan diri ini
Dalam belenggu kesedihan,
Ya Rabb...
Ampunkanlah dosa hamba, Umi wa Abah ana,
Temukanlah kami dalam Jannah-Mu
Aamiin...

Ya Allah tuhan yang suci ...
Berikanlah kekuatan kepada hamba ini, seorang hamba yang dhaif ...
Banyak kesalahan yang ana perbuat di Ayah-Ibu ana
Banyak omongan ana yang tidak sepatutnya ana ucapkan ke mereka
Tingkah laku ana yang selalu menyakiti hati ayah-ibu ana

Kini ...
Mereka telah pergi menghadapmu untuk selamanya
Kini, ana sendirian, mengarungi kehidupan yang penuh batu-batu terjal
Ana tidak kuat dengan kehidupan ini,
Ya Allah ...
Ampunkanlah dosa hamba
Ampukanlah dosa orang tua hamba
Terimalah mereka disisimu
Temukanlah ana dengan mereka di Syurgamu


Setiap detik
Setiap menit
Ku ratapi hidup ini, seakan tidak berarti
Aku tahu betapa banyak dosa yang telah ana perbuat
Ana tahu banyak kesalahan yang ana lakukan


Ku serahkan semua keinginan ini
Ku serahkan jiwa ini hanya kepada-Mu
Jadikanlah ku anak yang sholeh
Yang kan mengangkat derajat umi-abah dihadapan-Mu
Yang kan berguna untuk seluruh umat
Yang membahagiakan setiap orang yang bertemu dengan-ku
Hanya kepada-Mu lah ku memohon ...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

[Kisah Nyata] Masihkan hidayah untuk-ku ?

Penulis by Imam Muslih

Bismillah ...
Dengan menyebut nama Allah ...

Dengan segala kerendahan jiwa, ku tulis peristiwa seorang teman ana. Ya,, sebuah kisah kehidupan yang nyata seorang ikhwan yang dilanda kesedihan di sepanjang kereta kehidupan, meski hari demi hari beliau terlihat senang, gembira yang terpancar diwajahnya yang penuh harapan. Ana sebut “Raihan’s” (nama samaran ye). Ana kenal beliau di saat beliau ikut di acara IRMA Assu’ada yang di saat itu dalam acara Yasinan bersama, di saat yasinan, beliau terlihat diam tidak merespon apa2, dan ketika selesai membaca yasin, kami biasa diskusi untuk kedepan IRMA. Dan ketika selesai acara, beliau paling akhir pulang dari yasinan. Ana mendekati beliau dan ana tanya 
“Mas, dari mana ? kayaknya ana belum pernah melihat sebelumnya “Tanya Ana”, lalu di jawab  “Ana dari lampung akh, lebaran udah 1 minggu ana baru datang ke baturaja, “ itu jawab beliau, 
“lalu ana tanya lagi, “anta masih sekolah akh ?
” lalu dengan wajah yang mendung, laksana cahaya yang sedang meredup. Seberkas cahaya kehidupan yang kian hari hilang tuk tinggalkan beliau, dengan rasa kesedihan, beliau mengatakan bahwa ibu nya telah pulang ke rahamatullah “ (Ya Rabb, di Qalbu ini), ayahnya pergi tidak mau mengurusi beliau, beliau putus sekolah... yang sebenarnya beliau masih mengharapkan seberkas cahaya kehidupan tuk menyinari secercah jiwa yang sunyi. Ia dengan harapan besar tuk diberikan hidayah agar bisa menjalani kehidupan yang penuh liku-liku ini. Ya Rabb...

Kuatkan jiwa nya, Azzam di Qalbunya,,, ana merasakan sungguh berat kehidupan yang ia alami, ana pribadi pernah merasakan itu, hidup bertatih-tatih tuk meraih setetes air arti kehidupan. Dan Alhamdulillah, kini hari demi hari dipenuhi dengan pertarungan untuk mengarungi kehidupan samudra ini.

Sahabat ku ...
Marilah syukuri hidup ini, yakinkan dirimu bahwa kamu BISA dalam mengarungi samudra hidup ini. Dan cobalah mensyukuri apa yang sudah dalam hidup mu, YAKIN LAH Allah SWT menciptakan kita dengan sempurna nya, bahkan kalu kita mampu mengasah keahlian yang ada dalam diri kita, pastinya kita bisa. 

Salam Perjuangan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ketika takbir ber-kumandang

Bismillah ...

Allah hu Akbar ...
Allah hu Akbar ...
Allah hu Akbar ...
Laailahaillallah huwallah hu Akbar
Allah hu Akbar ...
Walillah hilham


Terdengar di indra telinga ini, ku renungi setiap bait-bait ayat yang terdengar. Ia mempunyai sebuah makna yang dalam yang mampu menembus qalbu ini menjadi lembut,

Ya Rabb ...

Berikanlah kekuatan pada hamba yang dhaif ini,
setiap langkah ...
setiap lisan ini berbicara ...
setiap sikap yang tiada berhenti mengawali hidup ini ...

berikanlah cahaya tuk selalu bertasbih kepada-Mu, ku menyadari tiada arti hidup ini jika tanpa hidayah yang Kau berikan kepadaku. Setiap hari ku selalu mengkoreksi perbuatan ku, sungguh banyak sekali kesalahan-kesalahan yang telah ku lakukan ...

10 Dzulhijjah 1432 H/ 6 Nopember 2011 Menjadi saksi bisu dalam kehidupan ku, kan ku rubah segala sikap ini, kan ku buktikan bahwa Kau bersama-sama dengan oang yang beriman & berilmu. Hari ini ku ratapi hidupku yang penuh dengan pertualangan. Sang surya malam tak mampu menampakkan bulannya, namun Qalbu ini seakan hilang tertutupi oleh awan hitam sehingga sang bulan malam tak mampu hadir di jagad alam ini.

Kini ...

Sang bulan malam kan berusaha ... tuk menerangi seisi alam dunia ini, dengan hidayah-Mu Ya Allah, ia kan menampakkan sinarnya yang penuh kedamaian, kehangatan dan tak pernah terlihat rasa tinggi dalam hidupnya. Itulah harapan seorang ikhwan yang hidup dinegeri orang, merantau untuk mengabadikan mimpi-mimpinya menjadi sang bulan itu. Sahabatku ... Marilah ana, anta, al-akh dan al-ukh ... Bangkitkan semangatmu, pompa dengan angin sejuk yang kan menjadi pelumas semangatmu. Raih mimpimu, gemgam dunia dengan tanganmu yang telah diisi dengan ayat-ayat cinta yakni Al-Qur’an wa As-sunah, dengan begitu kita kan terbang menuju syurga-Nya dengan penuh cinta & kasih sayang-Nya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Penting-nya TABAYUN

Penulis Imam Muslih

Ku tulis tulisan ini dengan qalbu yang hancur berkeping-keping
Tiada terasa tetesan air mata ini, jatuh di bajuku

Seorang Ikhwan yang duduk di sebuah kursi yang sudah aga’ rusak, ketika itu ia kepengen banget dengerin sebuah Lagu nasyid “dunia yang sepi, by Hijazz”. Lalu ia buka laptop dan ia buka Folder “Nasyid” dan ia klik “dunia yang sepi”... ia dengar bait-per bait .. Oh ... Ya Allah,,, Inilah gambaran ku...(dlm Hatinya, berkata) ia Menangis di dalam hati ketika sebuah baris Lagu Nasyid “ ^_^

alangkah sepi dunia ini,
walaupun hidup di tengah ramai
karena kawan tiada lagi
yang ada hanyalah di jalanan...
salah dikit di besarkan
yang besar apalah lagi ....

Oh Ya Rabb... masih ada cahaya kah dalam hidup ini, “ia berkata dalam hatinya”, betapa banyak cobaan yang aku lalui, dengan nada lembut ia tulis di laptop ia sebuah puisi yang sebagai ungkapan isi hatinya...

Di bukit yang indah, ku duduk di sebuah almaga biru kecintaan
Air mengalir di pipi ku ini
Ku ucap “istighfar” berulang-ulang, memohon ampunan ilahi rabbi
Ya Allah... ku ingin lari, namun Ta’ mungkin ku lakukan
Ya Allah... ku ingin jauhi dari ini, namun Ta’ munkin ku lakukan
Hanya do’a pinta-ku kepada-Mu ya rabb
Berikan kekuatan kepada hambamu ini Ya Rabb

Sebuah kisah nyata dari ana, yang tidak pernah ana lupakan dalam sepanjang sejarah hidup ana, inilah kisah ana disaat amanah menjadi qiyadah LDK ... sebelum itu inilah gambaran kisah itu, yang akan ana sampaikan sebuah cerita kisah nyata ana, dengan dua kisah ...

KISAH 1(Kisah Nyata) ...
Ini adalah kisah lama yang mudah-mudahan menjadi pelajaran. Ceritanya, suatu ketika ada seorang ikhwah di sebuah kampus. Ia dikenal sebagai ikhwah yang begitu semangat berdakwah. Hampir semua agenda dakwah tidak ia lewatkan. Bahkan, lebih dari itu, dia adalah otak dari agenda besar dakwah saat itu. Tapi suatu saat, selama satu bulan lamanya ia tidak hadir dalam berbagai agenda dakwah kampus, dan baru pada bulan selanjutnya ia hadir dengan penampilan yang kusut. Di wajahnya terlihat kesedihan yang dalam. Ironisnya, sang murabbi langsung menghujamnya dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyesakkan dada tanpa memberi kesempatan kepadanya untuk membela diri. Pertanyaan itu sangat memojokkan. Sang murabbi waktu itu bertanya, “Kenapa antum tidak hadir tanpa berita ? Antum yang butuh dakwah, bukan dakwah yang butuh Antum. Allah akan menggantikan antum dengan orang yang lebih baik!” Lalu, sambil mengusap air mata, sang mutarabbi itu menjawab, “Afwan, sebulan yang lalu orang tua saya meninggal.” Innalillahi wainna ilaihi raji’un. Seorang murabbi yang seharusnya tahu bagaimana kondisi binaannya, ternyata ketika orang tua mutarabbinya meninggal pun tidak tahu. Ironis dan menyedihkan. Inilah pentingnya tabayun dan JANGAN langsung menghakimi! Tanyalah binaan-binaan kita kenapa ia tidak hadir dan apa masalahnya. Lalu setelah masalahnya ditemukan, bantulah untuk menyelesaikannya. Coba bayangkan bagaimana perasaan ikhwah itu. Perasaannya hancur. Seolah dia sedang melakukan dosa besar yang tidak terampuni, dan kontribusi dakwahnya selama ini bagaikan debu yang diterpa rintik hujan; hilang tak berbekas ... (Inikah dinamakan Murabbi ?)


KISAH 2 (Kisah dr Film “Dalam Mihrab Cinta” )
Ketika itu “Syamsul hadi” seorang ikhwah dengan lugunya, ia di fitnah dengan teman satu pondok pesantren. Ia adalah “Burhan” yang telah memfitnah Syamsul Hadi dengan tuduhan mencuri uang burhan di lemari nya, padahal beliau disuruh oleh Burhan untuk mengambil uang di lemarinya untuk mentraktir makanan. Di saat itu pengaman pondok melihat Syamsul Hadi mengambil uang di lemari burhan, dua penjaga ini langsung menyerang syamsul hadi, karena dengan keluguan, syamsul hadi dihajar oleh para santri ... dipukuli, ditinju, ditendang dan bahkan wakil lurah pondok pun ikut dalam pengkeroyoan itu. Datang lah kiyai yang sebagai pimpinan pondok pesantren Al-Furqon, yang sebagai panutan banyak santri, yang sebagai penasehat dipondok pesantren, yang sebagai pemberi contoh akhlak yang baik kebanyak santri di tempat ilmu. Namun kenyataannya kiyai ini terpengaruh oleh fitnah Burhan, karena kiyai ini tidak melakukan TABAYUN yang sebenarnya. Sehingga Syamsul hadi dihukum dengan tidak sewajarnya ... dicukur rambutnya, dicaci maki dan bahkan dikeluarkan dari pondok pesantren Al-furqon dengan tidak hormat. Subhanallah, betapa sedih nya samsul hadi, selain harus keluar dari pondok dengan nama tercoreng, keluarga nya pun mencaci habis-habisan syamsul hadi. Namun kesabaran dan keikhlasan ia terima semua itu, “Qalbu dicabik-cabik, ia kemudian pergi dari keluarga” .... akhirnya Syamsul hadi menemukan jati dirinya, ia pun menjadi ustadz yang mampu mengubah kehidupan yang hakiki. Ia hadir ditelevisi “edukasi TV” yang banyak orang kagum dan tidak percaya. Terlebih-lebih kiyai pemimpin pondok pesantren itu. Akhirnya, kiyai inipun menyesali dengan perbuatan yang telah menjadi keputusannya. Ya Rabb, ... inilah “BECIK KETITIK OLO KETORO” ... Inilah kebenaran pasti akan terlihat ... sedangkan burhan harus menerima ganjaran nya, ia harus masuk penjara dan dikeluarkan dari pondok pesantren Al-Furqon dengan tidak hormat, bahkan dia ditahan di sel penjara untuk menebus segala dosa-dosanya.


Inilah sekelumit pentingnya TABAYUN,
Kini, kisah itu hadir dalam hidup ana dalam mengarungi samudera dakwah ini, seorang Ikhwan, yang ana kagumi, yang ana jadikan teman curhat, yang ana jadikan motivasi dakwah buat ana, karena beliau adalah seorang ikhwah yang menggoreskan sejarah di medan dakwah. Beliau tidak pernah bosan dalam membimbing ana dalam menuju kebaikan... yang ana TIDAK MENYANGKA dengan beliau, ana tidak habis fikir, beliau berkata seperti itu ... yakin ana benar-benar tidak menyangka, seorang yang ana kagumi selama ini BISA berkata itu, mungkinkah ana membuat kesalahan yang besar, yang tidak terampuni, apakah ana berbuat sesuatu yang dianggap sudah tidak lazim ........... ana menyadari ana yang salah... namun, sebenarnya kejadian itu tidak ada niat ana berbuat seperti itu, dengan tidak kesengajaan ... Ya Allah mungkin ana kurang optimal dalam mengkoreksi diri, sehingga beliau BERKATA itu dengan ana... ana benar-benar tidak tahan ketika mendengar kata2 itu,,,, Ya Allah, ana ikhlaskan semua ini, ana berusaha untuk memperbaiki diri yang menjadikan contoh buat anggota ana,,,,,,,,,,,, ana yakin kebenaran akan terlihat. Ana yakin itu .....

Di akhir tulisan ini ana mohon maaf kepada seluruh kader LDK Permata, ana mohon maaf sedalam-dalamnya, ana tidak bisa memberikan terbaik untuk KALIAN, hanya ini yang bisa ana berikan untuk kalian, semoga kebersamaan dalam barisan dakwah selama ana ada, menjadi ukiran sejarah dakwah yang tidak ana lupakan kenangan-kenangan ini didalam memory hidup ana.

Untuk mu Murabbi/ah, UK LDK Permata, ana mohon maaf, selama di gerakan dakwah ana selalu membuat jengkel, dan tidak berkenan di Qalbu... ana nyadari ana kader ikhwah yang banyak kekurangan, banyak yang belum ana mengerti arti dakwah ini, ana dengan sangat menyadari mereka lebih duluan terjun ikut dalam lembah dakwah, sedangkan ana baru 2 tahun lebih sedikit. Pastilah banyak kekurangan yang ana miliki dalam ikut dibarisan dakwah ini, ana banyak terimakasih, sudah banyak ilmu yang ana dapat, sudah banyak pengalaman yang ana dapat selama hadir dijalan dakwah ini dan Jazakumullah atas kritik dan saran yang diberikan, sehingga mampu menguatkan Qalbu ini untuk lebih semangat dalam medan dakwah. Ana hamba Allah yang dhaif, banyak kesalahan2 yang ana buat, tapi, ana yakin mereka sayang dengan ana,

Ya Allah meskipun di hadapan mereka ana tidak bagus, semoga dihadapanmu sangatlah terpuji,hanya kepada-Mu ana memohon, hanya kepada-Mu ana serahkan masalah-masalah ini, ana yakin ada HIKMAH yang baik dari semua ini ... dengan iringan tangis ini, ana minta do’a nya semoga ana sehat selalu dalam ridho Allah SWT.

“Tuhan kami, tunjukkanlah kami kebenaran dengan jelas, jadikanlah kami pengikutnya(Muhammad), Tunjukkanlah kami perkara batil dengan jelas, dan jadikanlah kami menjauhinya. Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan Jagalah kami dari siksa api neraka Maha Suci Tuhanku, Tuhan yang bersih Dari sifat yang diberikan oleh orang-orang kafir, semoga keselamatan tetap Melimpahkan kepada para UtusanNya; dan segala puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.


Saudara-ku : ana minta do’a nya semoga diberikan kekuatan, keimanan & ketaqwaan...

Ya Allah lancarkanlah Tugas Akhir ana, berikanlah kemudahan buat ana, saudara ana yang ada dalam medan dakwah-Mu, InsyaAllah setelah selesai Wisuda di Tahun 1433 H/ 2011 H ini ana mau lanjutkan ke Pondok Pesantren dan Lanjutkan S1 di Yogyakarta... Ya Allah Kabulkan lah Impian ana, hanya kepada-Mu ana memohon dan meminta .......... Ya Allah berikanlah yang terbaik buat hamba, sebaik-baik rencana lebih baik rencana-Mu... ya Allah.


“ WA MAA YULAQQOO HA ILAL LADZIINA SOBARU 
(Al FUSHILAT AYAT 35)
Artinya : Sifat – sifat yang baik itu tidak di anugrahkan melainkan kepada
orang – orang yang sabar ..“

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kaulah segala-nya Ibu ... !

Rintihan Qalbu Ikhwan

Ibu.... ku... rindu kepadamu, mengapa setiap ku melihat teman ana pulang ke rumah, ku
selalu seakan melihat dirimu...
oh ibu, tiada mampu ku hidup sendiri didunia ini, Ibu.... ku... rindu kepadamu, mengapa setiap ku melihat teman ana pulang ke rumah,
ku selalu seakan melihat dirimu...
oh ibu, tiada mampu ku hidup sendiri didunia ini,
oh ibu ... engkau pelita cahaya hidupku
oh ibu ... engkau rembulan yang menyinari hati ini ...

KINI .... ^_^
Engkau jauh dariku, Engkau harus meninggalkan ku sendiri dalam meraungi kehidupan ini, Rembulan yang dulu cerah menyinari Qalbu ini, kini telah redup dengan tenangnya,
Cahaya hidupku kini hilang ...

apa yang harus ana lakukan ibu ...
ku tidak mampu hidup dengan seperti ini, bagai di negara asing...
ku harus meratapi kesedihan ini dengan kesendirian,

Ya Allah ...
berikanlah kekuatan pada hamba ini,
berikanlah kesabaran dalam hidupku.
Terangilah kuburnya, luaskan lah tempatnya...
masukkanlah ibuku ke dalam syurga-Mu
ku tidak sanggup melihat ibuku jauh dariku, semoga kebersamaan yang ku lalui ini memberikan ketegaran pada hamba ini.
Ya Allah ...
Ya Rabb ku ...
Ana sadar hidup ini tidak selamanya ...

Kebahagiaan terlalu cepat meninggalkan ku ... Ketika ku pulang, Ibu selalu mencium, memeluk dan bertanya gimana kabar keadaan ku, namun kini, ketika ku pulang kerumah harus berteman dengan kesepian ...
Ya Allah ...

Dari Yang rindu : Imam muslih

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS