RSS
Tampilkan postingan dengan label Novel Ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Novel Ku. Tampilkan semua postingan

Mimpi Mas Ikhwan (Part 2)



Mozaik 2.....

“...Halaman A...”.......


2.“Ketika Nada Cinta telah membungkus”




Rembulan yang nampak indahnya, sang surya yang menepis kalbu disaat saat pandangan telah menggambar keagungan ilahi, Alunan sayap-sayap terdengar indah di sebuah pondok yang asri, seorang pemuda yang baru saja selesai menghadap dan menyerahkan hidupnya ke ilahi rabbi yang mengayunkan ayat-ayat dengan merdunya ...”Lillahi himaafiss....” (Ayat-ayat yang dibaca dengan lisan yang suci), Raihan’s itulah nama yang diberikan orang tua nya, nama yang elok yang kan mengharumkan desa yang ia tempati, dan yang kan menjadi pemuda penyejuk Kalbu setiap orang.

Udara yang merasuk dalam jiwa telah menghamparkan jiwa-jiwa yang lemah menjadi kuat, jiwa-jiwa yang diliputi dengan gundahan kan menjadi obat jiwa ini, sore itu ia berjalan ke luar rumah menuju sebuah armada ilahi (kayak....Apa ja ye) ia duduk dengan penuh harapan, tatapan mata nya telah menggaris dengan indahnya... lantunan ayat berbisik di lisannya yang suci “ia baca Al-ma’tsurat” dengan indahnya,... ketika di tengah pembacaan “Tiba-tiba seorang anak menegur “Ka’ raihan’s Ngaji G’ sore ini”, oh ya Ngaji lah, “jawab pemuda itu dengan nada lembut” lalu ia teruskan bacaan ayat itu dengan penuh kecintaan ilahi ia yakin dengan ayat inilah kan membentuk karakter nya untuk lebih istiqomah (azzam) dengan amanah yang ia bawa dalam kehidupan cinta nya menuju cinta yang abadi yakni ilahi rabbi. “ia akhiri bacaan ini “shadaqallah....” ia teruskan dengan mengajar ngaji “dengan nada cinta dan lembutan qalbu”, ia berkata “Ayo mari do’a dulu sebelum ngaji,” ke anak2 yang penuh keceriaan untuk menyongsong masa depan lebih baik,,,,, seperti layaknya seekor kumbang yang harus mau tidak mau setiap harinya untuk menghirup madu nya dengan kesenangan dan keceriaan,,, anak-anak ngaji pun bersama-sama membaca shalawat yang membuat hati terasa sejuk bila didengarnya “Allah hummar hamni bil-Qur’an........ itulah layunan do’a cinta ke ilahi Rabbi.

Di tatapan mata yang penuh cinta , ia satu-persatu ajari anak-anak bacaan al-Qur’an dengan segala kesabaran dan kecintaan, ia ajari mereka agar menjadi penerus bangsa yang baik. Layunan-layunan Ayat-ayat merdu telah menghilang.., pemuda itu dengan rasa kesenangan menipis kelelahan dengan duduk menyendiri, dimana dari pagi itu dipenuhi dengan tugas-tugas kuliah maupun tugas seorang da’i.

Di tengah lamunan nya “suara ketuk pintu di dengar nya”, ucapan “Assalamu’alaikum...” terdengar dengan indahnya, yang sebagai senjata ampuh seorang muslim sebelum masuk kediaman nan asing yang kan menjadi standar keakhlakan seorang muslim.,,,

dengan nada lembut “Wa’alaikum salam.....”... jawab pemuda yang baru akan menginjak dewasa, yang sekitar berumur 17 Tahun,

“Subhanallah Akhi, Kapan pulang ? tanya pemuda itu, lalu dengan air mata kerinduan yang tak tertandingi dengan luasnya samudra pasai,,,,

pemuda itu lalu memeluk dengan kehangatan jiwa, air mata mengalir dengan mudahnya,,,, Kata-kata yang teucap dari lisan yang selembut salju ini tak mampu terucapkan....




Come SOON........^_^...

Ayo ikuti N terus pantau” kira2 siapa yang dipeluk dengan penuh kehangatan yang bertumpuk rindu layaknya Rindunya ke Rasulullah oleh Pemuda itu (Raihan’s),,,,

Ikuti “......Halaman B........” Masih di Mozaik 2 “....Ketika Nada Cinta telah membungkus........”.

Kritik N saran nya di tunggu ...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mimpi Mas Ikhwan (Part 1)



Mozaik 1 (Satu)

By Imam Muslih/ Hamba Allah dalam Perbaikan

1. Di tetesan renungan Salju


Di dalam perjalanan seorang remaja yang menginjak ke dewasa, dia seorang pemuda yang tinggal di sebuah desa yang sejuk, damai dalam tetesan-tetesan embun jiwa yang belum tergores.

Hari-demi hari ia lalui, kini ia telah pergi jauh dari sejuknya desa itu untuk meraih mimpi-mimpi nya yang akan mengibarkan kenangan indah dalam hidupnya tinggalkan kedua oranng tua tercinta yang terus berdo’a untuk anakya,,, tetesan air mata melairi pipi seorang ibu yang ditinggal anaknya... ”ya Allah berikan kesehatan untuk sang pahlawan yang juang .. Ibu..

Ku pergi raih cita-cita” dalam hati remaja itu.... langkahku terus melaju ke sebuah kampus, sebuah unversitas kecil namun, dilengkapi dengan tepi-tepi jalan yang sangat jarang orang menjamahnya ialah AKMI Baturaja ia namai, sebuah kampus yang unik yang sangat berbeda dengan lainnya. Yang mampu menampung pikiran-pikiran untuk menjadi kesuksesan.....




seorang pemuda yang kini duduk di bangku kuliah, ia sering duduk menyendiri merenungi hakikat hidup ini, betapa berat hidup di alam yang penuh kenikmatan, keindahan yang selalu menggoda imannya. Setiap langkah demi langkah ia selalu ber istighfar untuk memohon ampunan untuk tidak tergoda oleh godaan-godaan di alam yang sangat berbeda dengan desa yang penuh warna-warna pelangi, ia selalu bertanya dalam hati ”Ya Allah kuatkan Iman Hamba mu Ini Ya Rabb”,

tak kala dalam renungan jiwa, gejolak jiwa yang melanda di hatinya tiba-tiba seorang gadis (akhwat) menyapanya ”Hai Mz...

Lagi Ngapain... ?

katanya.. lalu dengan nada agak gemetar, yang pandangan telah ku tundukkan dalam-dalam.. sambil menjawab ”Tidak... Ukh, ane cuman pengen duduk-duduk aja”,, yang dalam hati pemuda ini merasakan jiwa yang bergelut hebat...

apakah Ini yang dinamakan dengan surga ?...

selalu dalam hatinya, .... dengan sigap pemuda ini ”Afwan ukh,,, ane(saya) ada kerjaan yang harus diselesaikan... ane(saya) duluan ya..?

dengan nada lembut dan pandangan mata yang tak bisa ia biarkan menghilangkan jiwa-jiwa yang telah bergetar hebat. Namun, dengan lisan ini ia berkata ”Astaghfirullah”.

Ketika jam telah manandakan jam 12.26 yang saat itu ku ingat dalam hidup dia, akan sayupan-sayupan hati untuk melangkahkan kaki untuk kehadirat sang Maha Perkasa Allah Subkhanahu Wata’ala.....




Karrya Tulis : Original Imam Muslih

Minggu, 10 April 2011

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS